Kamis, 07 Januari 2016

HAKIKAT DZAT

HAKIKAT DZAT
      25 Votes

Hakikat Tauhid. 
Sesungguhnya Allah  adalah nama zat dari Tuhan swt 
yang diperkenalkan sendiri oleh-Nya. 
Selain sebagai nama bagi zat Tuhan swt,  
Allah  adalah juga tempat terkumpulnya atau terhimpunnya 
seluruh sifat yang dikandung zat-Nya, 
sehingga  Allah  sebagai sebutan yang utama untuk Tuhan 
sudah meliputi Tuhan secara keseluruhan yang terdiri dari zat dan sifat-Nya.

Hubungan antara zat dan sifat pada hakikatnya adalah 
hubungan sebab akibat yang saling terkait dan saling menerangkan antara keduanya. 

Keberadaan sifat disebabkan karena adanya zat dan 
keberadaan zat hanya bisa dinyatakan dengan adanya sifat, 
sehingga melalui hubungan tersebut 
Tuhan telah membukakan satu celah yang bisa dimasuki oleh akal manusia 
untuk mengetahui hakikat zat-Nya dengan benar.

Sebelum melanjutkan kepada kajian tentang pemahaman sifat Allah, 
yang pertama yang harus diyakini tentang kajian sifat Allah itu adalah bahwa 
sifat yang dimiliki Allah adalah sifat yang maha sempurna yang tidak dimiliki 
oleh selain Allah.

Karena 
apabila terjadi persamaan antara sifat yang dimiliki oleh Allah 
dengan sifat yang dimiliki oleh selain Allah, 
maka sifat tersebut bukan lagi menjadi sifat Allah, 
karena Allah tidak bisa dipersandingkan dengan apapun 
sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Quran :

” dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia.” 
( QS : 112 : Surat : Al Ikhlash Ayat 04 )

 Setelah prinsip dasar tersebut difahami dan diyakini secara sungguh-sungguh 
dengan hati yang sabar dan ikhlas, 
baru bisa dilanjutkan dengan kajian tentang sifat-sifat Allah.

Bila tidak, 
kajian tentang sifat-sifat Allah itu
 akan melahirkan pemahaman yang sesat 
seperti  faham serba Tuhan yang berkeyakinan bahwa 
semuanya alam ini adalah perwujudan dari zat Tuhan , atau  
faham yang menyakini bahwa 
makhluk setelah melewati fase-fase pemahaman tertentu 
bisa melakukan penyatuan dengan Tuhan  dan 
beberapa pemahaman lain yang dikatagorikan 
sebagai faham yang menyimpang 
seperti faham Muttazilah, Wahabi, dll

Sekarang kita lanjutkan :

Imam Abu Hasan Ali al Asy-ary dan Imam Abu Mansur al Muturidi 
sebagai pelopor berdirinya faham Ahlul Sunnah Wal Jamaah 
telah menerangkan sebagai sebuah syariat bahwa sifat Allah itu 
dikelompokkan menjadi 41 ( empat puluh satu ) sifat dan 
dikelompokkan lagi menjadi 4 ( empat ) kelompok besar yaitu :

( sudah banyak blog yang membahas masalah sifat-sifat Allah ini, 
sehingga saya tidak akan melakukan kajian secara rinci tentang masing-masing sifat, 
tapi lebih kepada hakikat sifat dan pemahaman tentang Zat Allah melalui sifat-sifat-Nya )

1. Sifat Nafsiah

Sifat nafsiyah adalah sifat yang melekat pada Zat Allah. 
Sifat nafsiyah ini mengakibatkan lahirnya sifat-sifat yang lain. 
Sifat nafsiyah itu adalah Ujud yang berarti ada. 
Jika sifat Ujud ini tidak ada pada Zat Allah, 
maka sifat-sifat yang lain pun menjadi tidak ada, 
sehingga mustahil Allah itu tidak ada, 
karena adanya Allah dengan sifat Ujud ini. 
Jika sifat Ujud ini tidak ada, maka Allah pun menjadi tidak ada.

2. Sifat Salbiyah

Salbiyah cendrung dikatakan sebagai sifat yang membedakan Allah dengan selain Allah, tapi saya lebih memahami bahwa sifat salbiyah adalah 
sifat yang menerangkan sifat nafsiyah 
karena apabila dinyatakan sebagai sifat yang membedakan antara Allah 
dengan selain Allah tentunya sifat-sifat Allah yang lain selain sifat salbiyah 
bisa dipersamakan dengan sifat selain Allah 
sedangkan zat, sifat dan perbuatan Allah tidak bisa disetarakan sesuatu apapun juga

Sifat-sifat salbiyah itu adalah 
Qidam yang berarti dahulu yang tidak bermula, 
Baqa, berarti kekal yang tidak berkesudahan atau abadi yang tidak berakhir, 
sehingga melahirkan sifat Mukhalifatu lil hawaditsi yang berarti 
tidak sama dengan dengan segala sesuatu. 
Allah itu bersifat Qiyamuhu binafsihi yang berarti 
berdiri sendiri secara mutlak. 

Allah tidak membutuhkan apapun atau siapapun juga untuk mengurus urusannya 
dan juga tidak mau urusannya dicampuri, 

Selanjutnya dinyatakan bahwa, 
Allah itu bersifat Wahdaniyah yang berarti Maha Esa atau Maha Tunggal 
tidak berbilang dengan pengertian bahwa :

Allah itu Maha Esa Zat-Nya yang berarti Zat Allah itu tidak sama dengan apapun juga
Allah itu Maha Esa Sifat-Nya yang berarti Allah itu 
bersifat dengan segala sifat kesempurnaan 
yang tidak sama atau dipersamakan dengan sifat selain Allah

Allah itu Maha Esa Perbuatan-Nya yang berarti 
seluruh perbuatan Allah tidak bisa ditiru atau dicontoh oleh siapapun. 
hanya Allah yang berkuasa untuk melakukan sesuatu

Sifat yang tergabung dalam kelompok sifat nafsiyah dan sifat salbiyah ini 
merupakan dasar utama dari pemahaman tauhid. 

Apabila sifat-sifat nafsiyah dan salbiyah ini difahami secara salah, 
maka faham tersebut telah terjerumus kepada pemahaman tauhid yang sesat sebagaimana bebarapa pemahaman yang telah disampaikan diatas

Sudah banyak orang-orang alim yang tersesat dalam memahami sifat-sifat Allah ini, sehingga saya sangat menyarankan 
untuk jangan memaksakan logika dan pemikiran dalam melakukan kajian tentang tauhid. 

Apabila pada saat itu logika dan pemikiran 
belum bisa menumbuhkan pemahaman yang benar 
tentang kajian yang sedang diuraikan. 
Tinggalkan saja dulu untuk sementara.

Tapi jangan berhenti, 
Ketahuilah bahwa 
sesungguhnya hukum mempelajari dan memahami tauhid secara benar adalah wajib 
atau fardhu ‘ain (wajib bagi setiap diri ) 
karena hanya dengan pemahaman dan keyakinan yang benar 
seluruh amal dan ibadah yang dilakukan bisa diterima Allah swt, 
selain dari itu ditolak apabila ibadah tersebut tidak menjadi tambahan dosa.

Kalau memungkinkan 
belajarlah melalui seorang guru atau mursyid 
yang benar-benar telah memahami tentang hakikat tauhid yang benar. 

Jangan sekali-kali belajar pada mursyid ( guru hidup ) 
yang masih atau sedang mencari-cari hakikat tauhid yang sesungguhnya, 
karena itu sama artinya dengan membukakan celah yang lebar 
bagi iblis untuk menyesatkan.

Untuk lebih jelasnya 
silahkan baca pengertian ilmu tauhid pada link ini 
atau disini Mungkin untuk sementara posting ini dicukupkan sampai disini dulu, 
karena pada kajian selanjutnya saya akan melakukan kajian 
tentang 2 ( dua ) kelompok sifat Allah selanjutnya 
yang merupakan pendalaman atau pemahaman lanjutan 
tentang Hakikat Zat pada Sifat Allah melalui sifat

3). Maani dan sifat 

4). Ma’nawiyah. 

Apabila sampai kajian ini terdapat hal-hal yang kurang bisa difahami dengan baik 
silahkan penyampaikan pertanyaan melalui kotak komentar yang tersedia, 
termasuk bantahan, sanggahan atau apapun yang ingin disampaikan,
 mohon disampaikan secara santun dan jangan menyebut nama orang lain 
yang tidak berhubungan dengan saya . 
Seluruh pertanyaan, tanggapan, bantahan, sanggahan atau sekedar komentar 
yang disampaikan, Insya Allah, saya akan berusaha menjawab dan menjelaskannya 
dengan baik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. 
karena ilmu Allah itu maha luas dan tanpa batas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar