Kamis, 07 Januari 2016

MEREGUK SARI TASAWUF

MAKAM PARA SUFI.

Ketika orang suci Sufi masih hidup , 
barakah , atau rahmat orang suci tersebut 
sebagian besar terbatas kepada para sahabat dan pengikutnya
Tetapi, 
setelah wafat barakah ini menjadi lebih umum, 
dan anggota masyarakat Islam secara luas tertarik 
ke makam orang-orang suci ini melalui intuisi yang mendalam.

Dengan mengesampingkan orang-orang yang dipengaruhi 
oleh modernisme atau puritanisme fundamentalis ,
mayoritas besar kaum Muslim, yang masih mengikuti Islam Tradisional,
mengunjungi makam-makam seperti itu dalam rombongan besar 
dan mengambil makanan ruhani dari ziarah-ziarah semacam itu.

Makam-makam ini dalam satu pengertian 
merupakan perluasan dari makam Nabi di Madinah 
dan menghubungkan orang yang saleh 
dengan sosok fundamental agama mereka 
dan melalui beliau kepada Allah.

Makam-makam Sufi ditemukan dimana-mana di dunia Islam 
dari Malaysia  hingga Maroko.
Mereka berlokasi di puncak-puncak gunung dan di tengah-tengah gurun,
di desa-desa kecil maupun di pusat-pusat perkotaan.
Banyak kota Islam seperti Kairo dan Fez , 
menjadi terkenal pertama kali lantaran kuburan orang-orang suci 
yang merupakan keturunan Nabi,tetapi juga dianggap tokoh  penting 
Tasawuf.

Lebih jauh lagi, setelah ziarah ke Makkah dan Madinah 
dan sampai beberapa dekade lalu Yerussalem , 
ziarah terbesar yang diikuti oleh ratusan ribu - jika bukan jutaan -
umat Islam adalah ke makam-makam seperti itu, 
sebagaimana yang dapat dilihat dalam ziarah tahunan ke Ajmer dan 
kuburan Mu'in al-Din Chisti di India atau Tanta di Mesir , 
tempat ditemukannya kuburan Ahmad al-Badawi.

Mungkin ada pemikiran bahwa ziarah ke makam-makam itu 
tergolong kesalehan orang kebanyakan 
dan tak banyak kaitannya dengan orang-orang yang melangkah 
di atas jalan menuju Taman Kebenaran.

Ternyata klaim ini tidak benar.
Pertama,
banyak Sufi, bahkan yang  paling maju , 
sering mengunjungi tempat-tempat seperti itu 
mengambil ilham tersendiri dari sana.

Kedua,
di banyak tempat di dunia Islam , 
pertemuan kaum Sufi diadakan
di atau bersebelahan dengan makam-makam ini,
yang barakahnya memainkan peranan penting 
dalam amalan spiritual anggota berbagai tarekat Sufi.

Sebagian Sufi bahkan menyebut makam-makam itu 
refleksi dari Taman surgawi.
Tentu saja, 
di antara semua warisan yang telah ditinggalkan oleh Tasawuf
untuk kita kini, yang satu ini hampir sepenuhnya berpengaruh 
hanya bagi kaum Muslim, sedangkan yang lainnya 
juga sangat bernilai bagi semua laki-laki dan perempuan 
yang tertarik pada kehidupan spiritual, terlepas  apakah 
mereka Muslim atau non Muslim.

Namun bahkan warisan ini bisa menjadi magnet 
bagi beberapa non-Muslim, 
menarik kepada Realitas transendensi dan imanen  yang mereka cari.

#HSN.






























Tidak ada komentar:

Posting Komentar