Syahadat itu adalah saksinya seorang penyaksi,
yang menyaksikan kepada siapa dia bersaksi.
sejauh mana Maqam kesaksian kita kepada Allah dan Rasul-nya,
sedalam itu pula mata hati kita
menyaksikan kehadiran Allah dan Rasul-Nya
didalam kedalaman diri kita.
Jadi syahadat merupakan pengakuan dari sebuah penyaksian.
Penyaksian atas kehadiran Allah dan Rasul-Nya.
DALAM Kitab HAKEKAT MUJARADAD
Nabi Muhammad berkata “
Ana Ahmad Bilaa Mim..”
Aku adalah Ahmad tanpa huruf mim,
Aku ialah Allah dan Allah adalah Aku,
Aku Allah tidak ada Tuhan melainkan Aku.
Sayyidina Ali berkata
”Bila aku katakan kepada kalian,
siapa Allah itu sebenarnya,
maka akan terjadi dua hal padaku,
pertama, kalian akan menyembahku atau kalian akan memancungku..”.
Syech Abu Manshur Al-Hallaj berkata ”Ana Al-Haqq” Akulah kebenaran itu.
Syech Abu Yazid Al-Busthami dan Ibn Athoillah berkata :
“Laa Ilaha Illa Ana” tiada Tuhan melainkan Aku.
Guru besar sufi Ibn Arabi berkata :
“Ana Innani Annallah” tiada aku melainkan Aku Allah.
Imam Al Gazhali berkata :
“Ma huwa wala ghairuha”
Semua yang ada bukan lah Dia,
namun segala yang ada ini pun tak lain dari Dia.
Plato berkata : “Yang di luar adalah pancaran dari yang di dalam”.
Syech Siti Jenar berkata : ”Manunggaling Kawula Gusti” Allah itu adalah keadaanku, Sesungguhnya
Aku inilah Haq Allah pun tiada wujud dua,
nanti Allah sekarang Allah,
tetap dzahir bathin Allah,
dialah Aku dan Aku adalah Dia.
Sunan Kalijaga berkata : “Allah itu adalah seumpama memainkan wayang
(Sang Dalang)”.
Sunan Bonang berkata :
“Allah itu tidak berwarna, tidak berupa, tidak berarah, tidak bertempat,
bukan disana dan disini, tidak berbahasa, tidak bersuara,
wajib adanya, mustahil tidak adanya”.
Sunan Kudus berkata : “Allah tidak dimana-mana tapi ada dimana-mana”.
Sunan muria berkata : “Allah tidak bertempat tapi dia yang memiliki tempat”.
Sunan Gunung Jati berkata : “Allah itu adalah yang berwujud haq Laitsa Kamislihi Sai'un”.
Sunan Giri berkata : “Allah itu adalah jauhnya tanpa batas, dekatnya tanpa rabaan”.
Syech Maghribi (Maulana Malik
Ibrahim) berkata : “Allah itu meliputi segala sesuatu”.
Sembilan wali berkata : “Aku Ini Hidup” Aku Iki Urip (A.I.U).
Syech Majagung berkata : “Allah itu
bukan disana atau disitu, tetapi ini”.
Syech Bentong berkata : “Allah itu bukan disana sini, ya inilah”.
Syech Abdul Hamid Abulung (Datuk ambulung) berkata :
“tak ada yg maujud hanyalah Allah, Tiada aku, melainkan Dia dan aku adalah Dia”.
Datuk bamban berkata : “Aku Itu Ujud Allah” (A.I.U).
Datuk sanggul berkata : “Aku Tuhan, Ia Tuhan, Ujud Tuhan” (A.I.U).
Datuk panglimo berkata : “Aku Allah Ahad (A.A.A).
Datuk arsyad berkata : “Lapang, Liput, Luput (L.L.L).
Datuk muhammad nafis berkata : “Aku
Ádalah Allah” (A.A.A).
wassalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar