Senin, 25 Juli 2016

Arti Roti

Arti Roti
Di hari itu para filsuf, para ulama, dan ahli hukum berkumpul di istana untuk menginterogasi Nasruddin. Perkara Nasruddin telah dianggap sebagai sebuah kasus yang amat serius. Persoalannya adalah Nasruddin seringkali datang ke berbagai tempat meneriakkan satu khutbah yang sama.
Dalam khutbahnya itu ia menyebut orang-orang berilmu, seperti para filsuf, sebagai mereka yang bodoh, kebingungan, dan tak bisa mengambil keputusan. Tentu saja, ceramah Nasruddin ini dianggap subversif dan mengganggu ketertiban negara. Singkat cerita, mereka yang merasa tersinggung meminta Raja untuk mengadili Nasruddin.
Kemudian digelarlah sebuah pengadilan dengan Nasruddin sebagai terdakwa tunggal. “Hai Nasruddin,” kata Raja, “kau mendapat giliran untuk bicara terlebih dahulu.” Nasruddin lalu meminta agar dibawakan beberapa lembar kertas dan pena. Setelah itu ia berkata, “Tolong bagikan kepada para pakar yang ada di ruangan ini, masing-masing secarik kertas dan sebilah pena.”
Setelah setiap orang pakar mendapatkan kertas dan pena, Nasruddin berkata lagi, “Aku mohon kepada setiap ahli untuk menuliskan di atas kertas itu jawaban untuk pertanyaan ini; Apa yang disebut dengan roti?” Setiap cerdik cendekia yang ada di tempat itu lalu menuliskan apa yang mereka ketahui tentang roti.
Jawaban para pakar itu lalu dikumpulkan dan diserahkan kepada Raja. Raja pun membacanya satu demi satu.
Orang bijak pertama menulis, “Roti adalah sebuah makanan.” Si bijak kedua menjawab, “Roti adalah tepung bercampur dengan air.” Si bijak ketiga menulis, “Roti adalah karunia Tuhan.” Si bijak selanjutnya menjawab, “Roti adalah terigu yang telah dimasak.” Orang berikutnya menulis: “Roti merupakan makanan bergizi.”
Demikian seterusnya. Setiap orang yang terkenal pandai itu, menulis jawaban yang berbeda-beda, masing-masing bergantung pada pemaknaan mereka akan sebuah roti. Salah seorang dari mereka bahkan menulis, “Tak ada seorang pun yang tahu sebenarnya apa yang dimaksud dengan roti.”
Setelah mendengar semua jawaban itu, Nasruddin berkata kepada sang Raja, “Ketika mereka dapat menentukan apa yang disebut sebagai roti, barulah mereka bisa menentukan hal-hal selain roti. Misalnya, menentukan apakah khotbahku benar atau tidak.”
Nasruddin kemudian melanjutkan, “Dapatkah Baginda mempercayakan urusan penilaian atau keputusan kepada orang-orang seperti ini? Bukankah amat aneh bila mereka tidak sepakat akan sesuatu yang mereka makan setiap hari, tetapi mereka sepakat untuk menentukan bahwa aku seorang ahli bid’ah?”

Naqshabandi Sufi Way

Lebih baik mengikuti apa yang Sayyidina `Ali (r) katakan, 
"Diam!" 
Biarkan seluruh dunia menuduh kalian! 
Diam saja. 

Seseorang datang menemui Mawlana Syekh Nazim (q), 
semoga Allah (swt) memanjangkan usianya, 
dan saya tidak mau menyebutkan namanya. 
Dia mengeluh dan mengeluh mengenai seseorang 
dengan segala macam kebohongannya dan Mawlana tidak menghentikannya. 
Jadi orang itu terus begitu. 
Dia tahu tentang dirinya. 
Mawlana mendengarnya dan beliau tidak memberi tanda atau respon.  
Orang itu mengeluh selama setengah jam dan kemudian berhenti.

 Mawlana berkata, "Apakah engkau selesai?”
Ia berkata, “Ya Sayyidii, aku telah selesai.”

 Dan ia mengatakan Sayyidii, 
dengan adab yang baik setelah semua keluhan tadi!

Mawlana berkata, 

“Tahukah kamu mengapa aku membiarkan kamu bicara panjang lebar? 
Karena orang yang kamu bicarakan, 
aku tahu bahwa ia terzalimi, 
ia mengambil semua kebaikanmu (hasanat) dan 
kamu ambil semua sayi`aat-nya. 
Aku memastikan bahwa 
aku mengosongkan dirimu dari segala sesuatu, 
dan aku memberimu waktu lebih banyak, 
karena aku tahu orang yang kamu bicarakan terzalimi 
dan kamu adalah orang yang zalim. 
Sehingga ia mengambil semua amal baikmu dan kamu mengambil semua dosanya." 

Apakah kalian melihat bagaimana awliyaaullah? 
Jadi katakan apa yang kalian suka. 
Mawlana menyebutkan dua contoh ini 
mengenai gunung dan samudra dalam catatan Grandsyekh, 
dan saya menyebutkan sesuatu kepadanya 
tentang bagaimana orang-orang mengutuk d
an mengatakan hal yang buruk. 
Beliau berkata, 
“Jalan terus! Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.”

Minggu, 24 Juli 2016

Lyn Sulaim Layli

Kekasih..
dahaga cinta meruap di lorong liku
menyiksa batin ibarah tiada tuju

sambut tanganku biar terpandu
jalan pulang bertemu Kamu..

Ainul Mardihah

Ainul Mardihah  
Sebekas lilin pemancar cahya,
Hadirmu melingkar meregut jiwa ..
Sijuwita dulunya hanya melihat dr kejauhan ...

kini terpaku , lesu,
...... ada membara..

ada.kuntuman haruman mawar......
ada bunyian kicauan burung.. bisikan ombak dan pantai~...
..umpama mimpi..
......biarlah yg Esa mengungkap rasaku... ya Layla.. 

ku temui jua Majnun..
di tengah redupan pasir impian~.. 
dihamparan gunung~
Dipisahkan lautan~ sesalju awanan~..

dan tika sapaanmu ,
Ya Majnun..fikiranqu melayang...
Adakah qu..bermimpi..~

Anakku,

Anakku,
جالس العلماء بعقلك

💝 Duduklah bersama Ulama dengan akalmu.
وجالس الامراء بعلمك
💝 Duduklah bersama Pemimpin dengan ilmumu.
وجالس الاصدقاء بأدبك
💝 Duduklah bersama teman dengan adab/etikamu.
وجالس أهل بيتك بعطفك
💝 Duduklah bersama keluarga dengan kelembutanmu.
وجالس السفهاء بحلمك
💝 Duduklah bersama orang bodoh dengan kemurahan hatimu.
وكن جليس ربك بذكرك
💝 Jadilah "teman" Allah dengan mengingati-NYA.
وكن جليس نفسك بنصحك
💝 Dan jadilah teman bagi dirimu sendiri dengan nasihatmu.
لا تَحزنْ على طيبتك؛ فَإن لَم يُوجَد في الارض مَن يقدرها؛ ففي السَماء مَن يباركهَا…
💝 Tidak perlu bersedih 
jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu,
 kerana di langit ada yang mengapresiasinya.
حياتنا كالورود فيها من الجمال ما يسعدنا وفيها من الشوك ما يؤلمنا.
💝 Kehidupan dunia ibarat mawar, 
 disamping memiliki keindahan yang membuat kita bahagia, 
juga memiliki duri yang bisa membuat kita tersakiti.
ما كان لك سيأتيك رغم ضعفك.!!
💝 Apa yang ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu, 
meskipun kamu tidak ada daya.
وما ليس لك لن تناله بقوتك.!!
💝 Sebaliknya apa yang bukan milikmu, 
kamu tidak akan mampu meraihnya meski dengan kekuatanmu.
لا أحد يمتاز بصفة الكمال سوى اللہ. لذا كف عن نبش عيوب الآخرين.
💝 Tidak seorang pun yang memiliki sifat sempurna selain Allah, 
oleh karena itu berhentilah dari menggali aib orang lain.
الوعي في العقول وليس في الأعمار، فالأعمار مجرد عداد لأيامك، أما العقول فهي حصاد فهمك وقناعاتك في حياتك..
💝 Kesadaran itu pada akal, 
bukan pada usia, umur hanyalah bilangan harimu, 
sedangkan akal adalah hasil pemahaman 
dan kerelaanmu terhadap kehidupanmu.
كن لطيفاً بتحدثك مع الآخرين، فالكل يعاني من وجع الحياة وأنت ﻻتعلم.
💝 Berlemah-lembutlah ketika berbicara dengan orang lain,
 karena setiap orang merasakan derita hidupnya masing-masing, 
sedangkan kamu tidak mengetahuinya.
كل شيء ينقص إذا قسمته على اثنين إلا "السعادة"
فإنها تزيد إذا تقاسمتها مع الآخرين.

💝 Semua hal akan berkurang jika dibagikan, 
kecuali KEBAHAGIAAN, 
justru akan bertambah jika kamu berikan kepada yang lain.

وصية الشنقيطي من اروع ما قد تقرأه اليوم
🎆 Wasiat Syaikh As-Syanqithi, 
diantara hal yang paling menarik yang engkau baca pada hari ini.
Barakallahu fiikum Ya Kariim. Aamiin.

BAHASA CINTA ALLAH UNTUK SEORANG HAMBA

BAHASA CINTA ALLAH UNTUK SEORANG HAMBA
Menurut Imam Al-Ghazali, telah diriwayatkan dari sebagian ulama salaf bahwa Allah SWT memberi wahyu kepada salah seorang shidiqqin sebagai berikut:
“Aku mempunyai hamba-hamba yang mencintai-Ku. Aku juga mencintai mereka. Mereka merindukan-Ku. Aku pun merindukan mereka. Mereka mengingat-Ku. Aku pun mengingat mereka. Mereka memandangi-Ku. Aku punmemandangi mereka. Jika kamu mengikuti jejak mereka, maka Aku pun mencintaimu. Namun, jika kamu berpaling dari mereka, maka Aku akan membencimu.”

Dia bertanya, “Wahai Tuhanku! Apakah tanda-tanda mereka?”
Dia berfirman, “Mereka menjaga keluhuran di siang hari seperti penggembala menjaga dombanya dengan mata awas senantiasa. Mereka merindukan tenggelamnya matahari seperti burung merindukan sarang saat senja menjelang. Ketika malam terselubung dalam kegelapan, alas tidur dihamparkan, keluarga lelap dalam keletihan, dan sepasang kekasih berduaan penuh damai, mereka melangkahkan kaki menuju Aku, membentangkan wajah ke arah-Ku, bermunajat dengan firman-firman-Ku, dan bergegas menyambut nikmat-Ku.
Antara berteriak dan menangis, antara mengadu dan mengeluh, antara berdiri dan duduk, antara berukuk dan sujud, Aku saksikan sendiri dengan mata-Ku apa yang mereka tanggung demi Aku.
Aku dengarkan dengan telinga-Ku sendiri apa yang mereka keluhkan demi kecintaan mereka kepada-Ku. Ada tiga hal yang pertama-tama Aku berikan pada mereka.

Pertama, Aku lontarkan cahaya-Ku ke relung hati mereka, lalu mereka mengabarkan informasi tentang Aku sebagaimana Aku mengabarkan informasi tentang mereka.
Kedua, kalau langit dan bumi diperbandingkan dengan mereka, niscaya Aku utamakan mereka dan Aku sepelekan langit dan bumi itu.
Ketiga, Aku hadapkan wajah-Ku pada mereka. Ketika Aku hadapkan wajah-Ku pada seseorang, semua tahu apa yang hendak Aku berikan kepadanya!”
--Imam Al-Ghazali dalam kitab Al-Mahabbah wa asy-Syawq wa al-Uns wa ar-Ridha

42 RAHASIA DAHSYATNYA SELAWAT NABI

42 RAHASIA DAHSYATNYA SELAWAT NABI
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, qaddasallah sirrahu, memberi nasihat: “Ketahuilah membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu ibadah paling mulia, bentuk ketaatan paling luhur, ibadah yang paling tinggi nilainya yang diperintahkan Allah SWT kepada kita, sebagai bentuk penghormatan, pemuliaan dan pengagungan terhadap derajat beliau. Orang yang membaca selawat dijanjikan akan mendapatkan tempat paling indah di akhirat dan pahala paling besar.

Membaca selawat adalah amal perbuatan yang menyelamatkan, ucapan paling utama, ibadah yang menguntungkan, mengandung barokah paling banyak, dan ahwal yang paling kokoh. Dengan membaca selawat, seorang hamba bisa meraih keridhaan Tuhan yang Maha Penyayang. Memperoleh kebahagiaan dan restu Allah SWT, barokah-barokah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati,dan diampuni dosa-dosa besarnya.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS Al-Ahzab [ 33]: 56)
Dalam Kitab As-Safinah Al-Qadiriyah, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani juga menjelaskan tentang keutamaan-keutaman berselawat kepada Rasulullah SAW dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam kitab Haqa’iq Al-Anwar.
Beliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan berselawat kepada Nabi. Menurutnya, “Membaca selawat kepada Nabi membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang hamba:

1. Berselawat untuk Nabi berarti melaksanakan perintah Allah SWT.
2. Berselawat untuk Nabi berarti meniru Allah yang berselawat kepada Nabi.
3. Berselawat untuk Nabi berarti meniru malaikat-malaikat-Nya yang berselawat kepada Nabi.
4. Mendapat balasan 10 kali lipat selawat dari Allah SWT untuk diri kita pada setiap selawat yang kita ucapkan.
5. Allah akan mengangkat derajat orang yang membaca selawat 10 tingkat lebih tinggi..

6. Mendapat 10 catatan kebaikan.
7. Allah SWT menghapuskan 10 dosa keburukan.
8. Berpeluang besar doanya akan dikabulkan Allah SWT.
9. Selawat adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.
10. Selawat adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib.
11. Selawat adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya.

12. Selawat adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah SAW.
13. Nilai selawat sama dengan nilai sedekah.
14. Selawat adalah alasan bagi Allah dan para malaikat untuk membacakan selawat balasan.
15. Selawat adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya.
16. Terpenuhinya segala keinginan.
17. Selawat adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh surga.
18. Selawat adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat.
19. Selawat adalah alasan bagi Rasulullah SAW untuk mengucapkan selawat balasan.
20. Selawat dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya.

21. Selawat dapat membuat harumnya sebuah majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak.
22. Selawat dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya.
23. Selawat dapat menghapus julukan orang kikir ketika selawat dibacakan.
24. Selawat menjadi penyelamat dari doa ancaman Rasulullah bagi orang yang membaca selawat ketika namanya disebutkan.
25. Selawat akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas jembatan menuju surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya.

26. Selawat akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.
27. Selawat adalah penyempurna pahala dari sebuah percakapan yang dimulai dengan menyebut nama Allah dan membaca selawat kepada Rasul-Nya.
28. Selawat adalah faktor yang dapat menyelematkan seorang hamba ketika berada di atas jembatan menuju surga.
29. Selawat menghapus status sebagai pembenci selawat.
30. Selawat adalah alasan bagi Allah untuk mengumumkan pujian baiknya kepada pembaca selawat tersebut di hadapan semua makhluk, baik di bumi maupun di langit.
31. Selawat dapat mendatangkan rahmat Allah.

32. Selawat dapat mendatangkan berkah.
33. Selawat dapat melanggengkan dan mempertebal cinta kepada Rasulullah SAW dimana cinta ini merupakan simpul pokok keimanan.Dan, keimanan seseorang belum sempurna tanpa adanya cinta kepada Nabi.
34. Selawat dapat memikat hati Rasulullah agar mencintai dirinya.
35. Selawat mendatangkan hidayah dan menghidupkan hati yang telah mati.
36. Selawat adalah syarat agar nama pembacanya disebut-sebut di hadapan Rasulullah SAW.
37. Selawat dapat memantapkan iman dan Islam serta membacanya sama dengan memberi hak yang layak diterima oleh Rasulullah SAW.

38. Selawat merupakan bentuk syukur kita atas segala nikmat dari Allah SWT.
39. Bacaan selawat mengandung dzikir, syukur dan pengakuan atas nikmat Allah SWT.
40. Selawat yang dibaca seorang hamba adalah bentuk doa dan permohonan kepada Allah, terkadang doa itu dipersembahkan kepada Nabi SAW dan tak jarang pula untuk dirinya sendiri, karena selawat dapat mendatangkan tambahan pahala.
41. Selawat adalah buah yang paling manis dan faedah paling utama yang dapat didatangkan dari pembacaan selawat atas Nabi adalah melekatnya gambaran seorang Nabi yang mulia di dalam jiwa pembacanya.
42. Memperbanyak bacaan selawat atas Nabi SAW menjadikan dirinya satu tingkatan dengan derajat seorang Syekh Murabbi (guru spiritual).

--As-Safinah Al-Qadiriyah Li Asy-Syaikh ‘Abd Qadir Al-Jailani Al-Hasani