Sabtu, 12 Desember 2015

MEMAHAMI ISYARAT CINTA ILAHI

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, 
“Wahai anak muda! 
Waspadalah jika Allah melihat di dalam kalbumu ada selain Diri-Nya. 
Waspadalah bahwa Allah melihat di dalam kalbumu ada rasa takut kepada selain Diri-Nya, ada harapan kepada selain-Nya, dan ada kecintaan kepada selain kepada-Nya. 

Maka, hendaklah engkau berusaha membersihkan kalbumu dari selain Diri-Nya. 
Hendaklah engkau tidak memandang kemudaratan ataupun manfaat 
kecuali bahwa itu datang dari Allah. 
Engkau selalu dalam rumah-Nya dan menjadi tamu-Nya.

Wahai anak muda! 
Ingatlah bahwa segala sesuatu yang kau lihat berupa wajah-wajah yang dipoles 
dan kau cintai adalah cinta yang semu, 
yang menyebabkanmu dikenai hukuman. 
Sebab, 
cinta yang benar dan tidak akan mengalami perubahan adalah 
cinta kepada Allah Azza wa Jalla. 
Dialah yang seharusnya kau lihat dengan kedua mataharimu. 

Itulah cinta orang-orang Shiddiq 
yang dipenuhi limpahan keruhaniaan. 
Mereka tidak mencintai dengan keimanan, 
tetapi dengan keyakinan dan kesaksian. 

Hijab mereka tersingkap dari mataharimu 
sehingga engkau melihat perkara-perkara yang gaib. 
Engkau melihat apa yang tidak mungkin dapat mereka jelaskan!”

--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Fath Ar-Rabbani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar