Rabu, 06 Januari 2016

Ruhani

Diri manusia terdiri dari jasmani dan ruhani. 
Jasmani (jasad) adalah bagian yang dapat tampak dengan panca indera kita 
disebut juga lahiriah 
sedangkan ruhani adalah bagian yang tidak tampak 
dengan panca indera kita disebut juga bathiniah.

Nilai manusia tidak terletak pada jasmani (jasad) nya, 
akan tetapi terletak pada ruhani yang mengerakkannya. 
Kerana ruhani inilah, 
Allah memerintahkan pada malaikatnya untuk hormat kepada manusia, 
karena ruhani datangnya dari Allah Subhanahu wa ta’ala.

Firman Allah ta’ala yang artinya, 
“Ingatlah diwaktu Tuhanmu berkata kepada para Malaikat:
 ”Aku menciptakan manusia dari tanah, 
dan setelah aku sempurnakan aku tiupkan kedalamnya ruh-Ku, 
maka hormatlah kepadanya“.

Ruhani (ruhNya) mempunyai panggilan Akal, Hati, Nafsu

Ruh ketika berperasaan 
seperti sedih, gembira, senang, terhibur, marah atau sebagainya, 
maka ia dipanggil dengan hati.

Ruh 
ketika ia berkehendak, berkemahuan atau merangsang sama ada sesuatu yang berkehendak itu positif atau negatif, baik atau buruk, yang dibenarkan atau tidak, 
yang halal ataupun yang haram, 
di waktu itu ia tidak dipanggil hati tetapi ia dipanggil nafsu.

Ruh 
ketika ia berfikir, mengkaji, menilai, memahami, menimbang dan menyelidik, 
maka ia dipanggil akal.

Pada hakikatnya ke dalam hati (jiwa) setiap manusia 
telah diilhamkan oleh Allah Subha nahu wataala 
untuk menimbang antara yang Haq dan Bathil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar