Menjadikan diri kita pribadi yang benar2 berharga dimata kita, dimata manusia dan dimata Allah, ini dengan menata ulang orientasi hidup kita, sikap hidup kita, wawasan dan pandangan hidup kita.
Kita dapat mengikuti jejak manusia2 agung yang dicontohkan para pemuka surga.
Seperti para Nabi, para wali, orang2 shaleh, para siddikin orang2 yang benar, dan orang2 yang memiliki pribadi yang mulia dan agung. Kaum wanitanya seperti Khadijah, Fatimah Azzahra, Maryam, Asiyah istri Firaun, Aisyah istri Rasul dan lainnya. Rabiah al Adawiyah wali wanita, Nizam gadis shaleh yg suci dan ahli makrifat yang mempesona dan lainnya.
Kita dapat mengikuti jejak manusia2 agung dan terpuji yang dicontohkan para pemuka surga. Hanya dengan mengikuti pribadi2 agung, mengambil pelajaran dari mereka dan menjalani hidup dengan nilai2 yang mereka anut akan dapat menjadikan kita melangkah keluar dari pribadi kebanyakan dan ala kadar menjadi pribadi yang bernilai dan berharga.
Para pemuka surga, yang memiliki pribadi agung, dan mereka yang terbaik hidup dengan nilai2 moral yang utama, dengan nilai2 agama yang utama, dengan nilai2 kebajikan yang utama, dengan nilai2 sikap dan pribadi yang utama.
Jika kita tidak memprogram diri kita untuk memiliki nilai2 pribadi yang baik dan terpuji dilangit dan dibumi, kita akan cenderung ikut model pribadi memuja makhluk dan memuja dunia, ikut arus kebanyakan, gampang hancur, gampang disepelekan dan gampang tersingkir.
Hanya dengan memiliki nilai2 yang baik dan terpuji, memiliki nilai2 yang mulia dan agung, dan menjadikan jiwa dan kesadaran kita hidup bersama Allah dan Rasul, kita akan dapat menjadi pribadi yang berharga dan mulia. Dan kita akan dapat hidup dengan nilai2 yang terjaga dan terhormat.
Yang hidupnya hanya untuk senang2, memuja manusia dan memuja nilai2 agung dunia, ini hanya hidup setingkat nafsu, hidup mirip setingkat hewan, yang gampang dipermainkan manusia dan dipermainkan dunia yang dipujanya.
Yang mengabdi pada dunia dan juga mengabdi pada Allah, ini sudah bernilai manusia, tapi masih gampang terombang ambing oleh berbagai keadaan dan cobaan.
Yang sudah lepas dari kendali nafsunya, yang sudah berkuasa penuh atas nafsunya, ini sudah bernilai malaikat yang hidupnya sudah tertuju pada Allah dan pada surga.
Yang hidupnya sudah dikendalikan Allah, ini menjadi cahaya Allah di bumi, ini menjadi bernilai Rabbani, insan cahaya Ilahi wakil Allah di bumi.
Yang hidupnya sudah sepenuhnya mengabdi pada Allah, dia akan merasa dirinya punya kehormatan dan harga diri yang tinggi.
Makhluk dan dunia tidak lagi dipandangnya dengan rasa pemujaan dan rasa pengharapan. Pemujaan dan pengharapannya sepenuhnya tertuju pada Allah.
Maka dia tidak akan merendahkan diri lagi pada makhluk dan dunia, karna dia telah menjadi hamba Allah yang mengabdi pada Allah dengan sempurna.
Dan inilah yang menjadikan dia memiliki pribadi yang bernilai dan berharga, yang mengikuti jejak manusia2 agung pemuka surga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar