"TEMPAT KEMBALI"
Para penemu mengatakan bahwa tubuh manusia merupakan contoh kecil
dari alam semesta, dan dalam tubuhnya terhimpun semua hakikat alam.
Dalam tubuh manusia
ada al-'arsy yaitu hati,
ada kursi yaitu akal ,
ada sidrah yaitu bangun tubuhnya,
dan di dalamnya ada ruh.
Ruh ini merupakan tiupan dari ruh Allah yang Dia tiupkan
ke dalam jasad manusia.
Ruh inilah yang menguasai 'arsy manusia dan mengaturnya ,
persis seperti halnya Allah yang menguasai 'arays alam semesta
dan mengaturnya .
Manusia adalah gambaran global di dalam keglobalan seperti
yang telah kami terangkan.
Karena itu, Allah mengangkat manusia sebagai khalifah (pengganti-Nya)
dan menjadikannya berkedudukan di sisi-Nya.
Manusia menduduki derajat sesudah Allah, dan Dia menjadikan semuanya
berada di bawah derajat manusia
(ini hanya berlaku jika manusia ...
telah mengetahui hakikat kedudukan dan kemuliaannya
sesuai dengan kemuliaan dan kedudukan yang luhur ini).
Q.S. 6:91,artinya
"Katakanlah ,
Allah-lah (yang menurukannya),
kemudian (sesudah kamu menyampaikan al-Qur'an kepada mereka),
biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya".
Dalam menafsirkan ayat ini, Imam 'l-Azaim mengatakan, bahwa
sesungguhnya orang yang mengetahui kedudukannya di sisi Tuhannya
kemudian mengetahui pula bahwa asal kejadiannya adalah nur Ilahi,
sedang dirinya telah dipersiapkan untuk menduduki tempat yang tertinggi
di sisi Tuhannya, ia pasti mengetahui bahwa ketenggelaman
dalam lumpur-lumpur materi duniawi adalah suatu permainan,
penyia-nyiaan waktu, dan kelalaian, dan bahwa penciptaan
dan penundukan dunia ini tak lain hanyalah untuk mengujinya
dan menguji cintanya.
Demikian itu agar diketahui ,
apakah dia berhak atau tidak berhak ,
menduduki kedudukan yang tinggi dan luhur ini.
DR.Musthafa Mahmud
Tidak ada komentar:
Posting Komentar