Selasa, 05 Januari 2016

ILMU LAHIR DAN ILMU BATIN

ILMU LAHIR DAN ILMU BATIN.

Rasulullah SAW bersabda, 
“Ilmu itu ada dua macam. 

Pertama, ilmu lisan, sebagai hujjah Allah dan kepada hambanya. 

Kedua, ilmu batin yang bersumber di lubuk hati, 
ilmu inilah yang berguna untuk mencapai tujuan pokok dalam ibadah.” (HR. Ad-Darimi)

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, 
“Pada mulanya, 
manusia membutuhkan ilmu syariat agar dengan badannya
—sesuai dengan kadar pengetahuannya terhadap alam makrifat—
ia mendapatkan derajat atau pahala. 

Pada tahap selanjutnya, 
manusia akan butuh ilmu batin agar dengan ruhnya
—sesuai dengan kadar pengetahuannya—mencapai ilmu Ma’rifat Dzat.

Adapun untuk mencapai tujuan ini, 
manusia harus meninggalkan segala sesuatu 
yang menyalahi syariat dan tarekat. 
Ini akan dapat dicapai dengan melatih diri meninggalkan hawa nafsu 
dan berbagai kegiatan ruhaniyah—meskipun sangat berat—
dengan tujuan mendapat ridha Allah tanpai riya’ (ingin dipuji orang lain) 
dan sum’ah (mencari kemasyhuran). 

Allah SWT berfirman, 
“Siapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya 
maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh 
dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun 
dalam beribadah kepada Tuhannya.” 
(QS. Al-Kahf [18]: 110)”

--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Sirrul Asrar, 
terjmh KH Zezen ZA Bazul Asyhab, wakil talqin Tarikat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Suryalaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar