MENEMBUS KETERBATASAN DIRI
Setiap kita ingin menjadi lebih bermanfaat dalam hidup baik untuk dirinya sendiri
maupun untuk orang lain, banyak yang ingin sukses dalam hidup,
ingin berhasil dalam mencapai cita cita.
tapi bagaimana jika Allah tidak mengijinkan
atau tidak membantu atau meniolong,
bisa tidak kita menembus kekuasaan dan kehendak Allah.
Andapun pasti sepakat dengan saya baik jelas
tidak mungkin melawan kekuasaan Allah SWT.
Kemudian bagaimana kelanjutan cita cita kita kalau Allah tidak mengijinkan.
Baik sebagaimana manusia ciptaan Allah
kita tidak boleh meninggalkan Allah dalam segala hal,
harus melibatkan Allah dalam setiap gerak dan setiap saat.
Kita tidak bisa berjalan sendiri kita harus bersama Allah.
Untuk itu untuk menembus keterbatasan diri
menuju kesuksesan hidup tidak lain adalah
memindahkan kemampuan kita kepada kemampuan Allah
yang maha mungkin dan maha bisa.
lalu bagaimana memindahkan kekuatan diri
menjadi kekuatan Allah yang maha tak terbatas.
Tidak lain CARA NYA adalah dengan
SADAR ALLOH, SADAR SIFAT ALLOH dan SADAR PERBUATAN ALLOH.
jika kita sadar ketiga tiganya menjadi satu paket
maka kita akan mendapatkan KEKUATAN UNLIMITED
yang kita bisa mewujudkan keinginan kita,
terutama sekali dalam penyelesaian masalah masalah yang saat ini kita hadapai.
kita punya masalah keuangan menjadi tidak lagi,
kita punya masalah pekerjaan akhirnya bisa diselesaikan,
kita punya masalah difitnah kemudian masalah itu dapat selesai.
bentuk kesadaran akan Allah
merupakan bentuk kita merubah diri kita
yang mana nanti Allah akan merubabh
dan mewujudkan menjadi suatu kenyataan.
prinsip became dan bihave menjadi sesuatu yang benar benar dapat kita jalankan.
INilah mindset dalam diri kita yang akan merubah realitas eksternal kita.
Kita tidak ingin hidup kita ini menjadi sia sia tentunya,
nah mulai dari sekarang kita became dulu atau kita rubah mindset kita bahwa
kita adalah orang yang bermanfaat.
nantinya Allah akan merubah benar benar bahwa
kita menjadi orang yang bermanfaat.
sumber: www.solospiritislam. com
penulis: setiyo purwanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar