Sebuah moralitas yang pekat secara intelektual dan spiritual
serta murni bersifat sentimental bisa mendorong
banyak orang yang cerdas menjauh dari agama
atau membuat agama hanya berkenaan dengan ekternal
dan menggiring pada apa yang disebut fundamentalisme.
Kemungkinan pertama telah terwujud secara menyeluruh di Barat
sejak Renaisans , sedangkan yang kedua dapat ditemukan
di seluruh dunia hari ini dalam Kekristenan dan juga dalam Islam,
Yudaisme , dan Hindu.
Tasawuf , sembari selalu menekankan perilaku etis
dan perlunya moralitas bagi mereka yang ingin mengikuti jalan itu,
juga telah berusaha untuk menanamkan aspek spiritual ke dalam etika,
untuk menyoroti sisi intelijen dari kebajikan tersebut .
Karya Imam Qusyayri, Ibn al-'Arif ,Imam Ghazali, dan banyak yang lain,
beberapa sudah dikutip di bab-bab terdahulu dan beberapa tidak,
membawa kesaksian bagi kenyataan ini.
Tetapi yang lebih penting daripada tulisan-tulisan ini adalah
cara hidup kaum Sufi ,
yang telah menunjukkan dalam bentuk konkret
apa artinya hidup secara etis dalam perilaku ruhani
dan bertentangan dengan kemunafikan , kepalsuan, ke pura-pura an,
dan lain-lain.
Sebagaimana yang telah disebutkan, sebagian Sufi ,
seperti kaum Malamatiyah atau kaum Pencela-Diri ,
bahkan sampai melakukan tindakan yang secara lahiriah
tampak sebagai aib , sehingga mengundang tindakan tuduhan
dari orang-orang munafik yang merasa benar sendiri,
sementara pada kenyataannya tindakan mereka adalah saleh
dan tidak melawan perintah hukum agama.
Orang-orang seperti ini menyediakan penawar
bagi kemunafikan beragama , yang bisa dan biasanya menjelma nyata
di tengah masyarakat di mana agama sama kuatnya dengan sekularisme
dan kemunafikan sekuler ada di tengah masyarakat sekuler masa kini.
Etika spiritual Tasawuf -
didasarkan pada signifikansi spiritual dan intelektual
dari kebajikan-kebajikan seperti kerendahan hati , kedermawanan,
dan belas kasihan, serta kejujuran dan kebenaran -
merupakan harta yang besar bagi dunia Islam kontemporer
dan obat penawar bagi kemunafikan dan fanatisme.
Tetapi ia juga dapat bernilai besar bagi orang-orang Barat
yang berupaya bersikap etis dalam cara yang religius,
tetapi menemukan moralitas sehari-hari seperti yang diajarkan
di banyak gereja atau sinagog sebagai tak dapat dipahami dan kabur.
Mereka tidak harus menjadi Muslim untuk mengapresiasi etika Sufi
yang bisa diakses dengan mudah , yang memiliki keserupaan dengan
tulisan-tulisan banyak mistikus besar Barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar