Jumat, 08 Januari 2016

Rahasia Do'a

Kajian Sufi Ilmu tasawuf Ilmu Ketuhanan: Rahasia Do'a

Doa dan Ketergantungan Diri
Oleh: Tuangku Syaikh Muhammad Ali hanafiah Ar-Rabbani
( Guru Besar Tasawuf Islamic Centre Indonesia )

Saudaraku, 
kita merupakan makhluk yang didatangi silih berganti permasalahan, 
dari yang terkecil hingga katanya,” yang terbesar,”. 
Sebagian kita menganggap permasalahan merupakan ujian, 
dan sebagian lainnya berpendapat masalah adalah kesuksesan yang terselebung, 
bahkan seseorang menilai permasalahan atau problem tersebut adalah 
bagian kemurkaan  Allah SWT, disebabkan dosa serta kesalahan masa lalu.

Saudaraku, 
lepas dari semua pendapat diatas, 
diakui kita ini adalah makhluk yang selalu mengedepankan ,
”kepintaran dan kekuatan,” diri sendiri, 
bahkan kita lebih sering mengandalkan diri dan materi 
untuk menantang segala problem. 
Tidak jarang Tuhan menjadi pelengkap ibadah, 
serta ,” dipakai,” 
hanya diposisi yang amat terdesak dalam permasalahan tersebut.

Saudaraku, 
inilah akibat bila kebesaran Allah SWT cuma sebatas bibir dan lidah, 
keagungan Tuhan hanya menjadi sekedar bahan mentah dalam dzikir, 
sehingga tak jarang diantara kita menjadikan Allah SWT 
sebagai pelarian terakhir dari problem-problem kita.

Saudaraku, 
Allah SWT bukanlah senjata terakhir dalam setiap problem hidupmu. 
Jadikanlah DIA sebagai Zat pertama yang wajib engkau datangi bila ditimpa masalah, karena sesungguhnya Allah SWT memandang kehambaan diri kita kepadaNya 
melalui seberapa sering dan utamanya kita mengadu dan meminta kepada DIA. Ketergantungan seperti ini yang akan bertransformasi 
menjadi sebuah senjata mutakhir 
menciptakan kejutan-kejutan cerita indah di belakang permasalahanmu.

Saudaraku, 
do’a janganlah menjadi hal terakhir dalam setiap problemmu. 
Jadikanlah do’a sebagai hal yang pertama dilakukan bila ketemu permasalahan, 
sebesar atau sekecil apa saja  permasalahan tersebut, 
sekalipun  matamu hanya kelilipan debu dijalanan ! 

Wahai saudara, 
Inilah kesempatan untuk membuktikan ketergantunganmu yang sesungguhnya 
di hadapan Allah SWT, 
semakin sering engkau berdo’a 
maka semakin muncul rasa kebutuhanmu terhadap Allah SWT, 
kebutuhan tersebut akan melahirkan bathin yang selalu rapat 
dan hanya bergantung kepadaNya. 
Niscaya akan merubah keluh kesahmu 
menjadi sekulum senyum manis bibirmu, 
malah suatu ketika  engkau pasti akan berterima kasih 
kepada setiap problem yang pernah datang kepadamu.

Saudaraku, 
bila engkau masih percaya akan kebesaran dan keagungan Allah SWT, 
mari kedepankan Allah disetiap do’amu 
dalam usaha penyelesaian problem dunia ini. 
Yakinlah, 
Tuhanmu kelak akan meletakkan segala problem 
dibelakang keluh kesahmu, 
bahkan  kata ,” susah, sakit dan derita” hilang 
dari kamus bahasa jiwamu.

Berdo’alah…!,
Ya Allah…Ya Rabbi.., 
Bimbinglah kelemahan kami kepada kekuatanMu, 
dan bimbinglah kebodohan kami kepada pengetahuanMu, 
dan jadikanlah permasalahan kami merupakan anak tangga 
menuju pintu pemahaman akan kebesaran dan keagunganMu, 
dan jadikanlah permasalahan adalah kesempatan  kami 
untuk lebih merapat kepada diriMu, 
hingga keluh kesah kami hilang 
dalam  daya tarik cintaMu 
Wahai yang Zat Maha Suci…Al fatiha !

Syeikh Mursyid Adalah Esensi Dari Sebuah Tarekat
Bertuhan Atas Dasar Penyaksian Akan Kenyataan Allah
Zat Allah Ada Dibalik Rasa " Dekat Tak Berajarak Jauh Tak Berperantara "
Kajian Tasawuf Tentang Nafsu Dan Hak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar