Bertuhan Atas Dasar Penyaksian Akan Kenyataan Allah
Kajian Tasawuf Tuangku Syaikh Muhammad Ali hanafiah
Tuhan Adalah Tujuan
Tuhan adalah asal kita bertolak dan tujuan kita berlabuh.
maka apabila ada tujuan dalam hidup kita selain Allah,
maka sesungguhnya kita telah menciptakan tuhan kita sendiri.
Ketika harta menjadi tujuan kita,
maka ia akan menjadikan kita sebagai budak untuk meraihnya.
Segala sesuatu yang dapat menjangkaunya akan kita jalani,
tanpa peduli halal dan haram.
Itu bukti,
bahwa harta telah kita jadikan sebagai Tuhan yang telah mengendalikan hidup kita.
Harta menjadikan kita bergantung kepadanya.
Seakan kita tidak akan hidup bila tanpa harta.
Begitu pula halnya dengan pangkat atau jabatan,
maka apabila iadi jadikan tujuan dari hidup kita,
maka pangkat dan jabatan itu pun akan memperbudak
dan membuat kita bergantung kepadanya.
Ingat,
esungguhnya orang yang masih bergantung kepada selain Allah,
pada dasarnya dia termasuk orang orang murtad
atau keluar dari kemurnian ajaran Islam.
Tasawuf mengajarkan kita
bagaimana mengimani Allah atas dasar pengetahuan yang meyakinkan.
Keyakinan itu hanya akan ada
apabila mampu menyaksikan wajah Allah yang maha indah.
Orang yang percaya dan beriman kepada Allah hanya dalam kalimat,
maka imanya pasti akan terkikis.
Iman yang tidak akan terkikis hanyalah iman yang lahir
dari penyaksian akan kenyataan Allah.
Tuhan Titik Pusat Kajian Dalam Tasawuf
Berbicara tentang Tuhan yang menjadi titik pusat kajian dalam bertasawuf,
maka sesungguhnya kita sudah memperbincangkan sesuatu
yang diatas agama itu sendiri.
Orang yang beragama sudah pasti ingin bertuhan.
Tasawuf itu sudah ada jauh sebelum adanya agama.
Fitrah manusia adalah makhluk yang bertuhan,
tetapi banyak orang yang beragama tetapi tidak mengenal Tuhan-Nya.
Kedatangan para nabi an rasul adalah
untuk meluruskan cara manusia untuk bertuhan sesuai dengan tuntunan Allah.
Kaitannya dengan tariqah,
sesungguhnya
adanya banyak tariqah di dunia ini merupakan hidangan Tuhan bagi para pencari-Nya.
Inti dari semua tariqah adalah sama, yaitu
menyakini Allah atas dasar penyaksian,
serta agar meraih cinta kepada Allah.
Ini tentu saja berbeda dengan orang yang beragama
dengan berbagai paham fiqhiyah
yang seringkali berbeda atau bertentangan satu sama lain.
Ruh setiap manusia berbeda satu sama lain,
baik dari segi sifat, karakter, dan pekerjaan.
nah,
berbagai tarekat yang ada itu menjadi pilihan
yang sesuai dengan ruhaniyahnya masing-masing.
Tasawuf Cinta Tuangku Syeikh Muhammad Ali hanafiah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar