Selasa, 05 Januari 2016

Al-Quran

KITA diwajibkan mengkaji Al-Quran karena Al-Quran merupakan kalam Ilahi. 
Al-Quran datang ke dunia, pada dasarnya telah dinanti oleh bangsa Arab ketika itu. 
Tetapi kehadiran Al-Quran di tengah-tengah mereka dengan membawa keutamaan dan kehebatan yang jauh melebihi kebanggaan mereka. 
Dengan kata lain, Al-Quran lebih unggul dan hebat serta lebih utama.

Bila kalimat-kalimat Al-Quran diperdengarkan, maka semua orang tercengang mendengar, terheran-heran, dan mulut mereka menganga tanpa berucap sepatah kata pun. Namun demikian, kejahilan tetap kejahilan. Mereka bersikap sangat angkuh, lalu menutupi kata menuraninya yang paling dalam. Kemudian mereka bepura-pura tidak merasa kagum terhadap Al-Quran yang sempat mereka dengar. Mereka pun mulai berbisik-bisik menyuarakan hasutan dari mulut ke mulut dengan kata-kata yang tidak sepantasnya. Caci maki mulai diarahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan Nabi Muhammad SAW dituduh sebagai tukang sihir. Walau demikian, semua yang mereka tuduhkan itu dapat ditangkis dengan mudah oleh Nabi Muhammad SAW.

Mereka kehabisan kata-kata dan mengalami kebuntuan berpikir, sehingga tak mampu menjawab tangkisan Nabi Muhammad SAW. Namun, mereka masih tetap berusaha keras untuk bisa memojokan Nabi Muhammad Saw. Selanjutnya mereka menemukan suatu cara yang dianggapnya ampuh untuk menjatuhkan Nabi Muhammad SAW. Mereka menuduh bahwa Rasulullah adalah seorang penyair. Ternyata tuduhan ini pun tak mampu menyurutkan Rasulullah. Sebab sudah diketahui secara umum, bahwa Nabi Muhammad Al-Amin tidak pernah merangkai satu syair pun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar