Senin, 04 Januari 2016

BERHALA DIRI

BERHALA DIRI

"Selagi ada dirimu maka itulah yang dikatakan berhala diri ...."
Kalimat diatas merupakan mantiq 
yang jika difahami secara syariat 
maka akan menimbulkan fitnah yang berkepanjangan ....

Sesungguhnya syahadat adalah 
merupakan rukun islam yang pertama 
dimana seseorang itu ingin menjadikan Islam 
sebagai cara hidupnya 
haruslah terlebih dahulu faham 
atas makna dan hakikat syahadat itu sendiri.

Pengertian syahadat yang dibuat oleh para alim ulama syariat adalah jauh, 
tidak menepati daripada matlamat yang sebenarnya 
yang hendak dinyatakan oleh syahadat itu sendiri.

Wujud makhluk tertakluk pada "La ilaha" yang berarti bahwa 
segala-galanya kecuali Allah adalah KOSONG (bathil) .... 
yakni nafikan bukan isbatkan.

Wujud hakiki termasuk dalam "Ilallah" ... 
oleh karena itu semua kejahatan tertakluk dibawah "La ilaha" 
dan semua yang dipuji tertakluk dibawah "Ilallah" ...

"Rosul" itu sebenarnya perantara yang muhaddas dengan yang qadim 
sebab tanpa dia tak akan ada wujud 
karena jika yang muhaddas bertemu dengan yang Qadim 
maka binasalah yang muhaddas dan tinggallah yang Qadim.

Apabila seorang ahli ma'rifat berkata "La ilaha ilallah" 
maka ia ketahui pada hakikatnya bukan hanya pada majazi saja 
yaitu tidak ada yang lain melainkan Allah.

Pegangilah dan hayatilah didalam setiap amalan.

Rahasia ma'rifat adalah rahasia bagi diri, 
tiada siapapun yang dapat menguraikan diatas rahasia diri masing- masing 
melainkan mereka yang beruntung dan mendapat petunjuk.

"Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, 
dan merekalah orang-orang yang beruntung"

(QS. Al Baqorah : 5)
Salam ya salam,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar