Senin, 04 Januari 2016

JALAN SUFI SYEKH ABDUL QADIR JAILANI

JALAN SUFI SYEKH ABDUL QADIR JAILANI.

"Wahai anak muda! 
Engkau harus mempraktikkan pengabdian yang tulus (ikhlâsh al-ʽamal) kepada Allah 
dalam shalatmu, puasamu, pelaksanaan hajimu, pembayaran zakatmu, 
dan dalam segala sesuatu yang engkau lakukan. 

Engkau harus menjalankan komitmen kepada-Nya sebelum engkau sampai di hadirat-Nya. 

Komitmen ini 
memerlukan sikap pengabdian yang tulus,
pengukuhan dalam tauhid, 
mengikuti dengan setia Sunnah Nabi Saw. dan 
komunitas Islam (jamâʽah), 
kesabaran dan sikap syukur, dan 
kesiapan untuk mempercayakan urusan-urusanmu kepada Tuhanmu.

Dalam hubungan dengan makhluk-makhluk, 
ia memerlukan sikap penolakan, dan 
dalam hubungan dengan-Nya, ia memerlukan sikap mencari. 

Terhadap semua yang selain-Nya, 
ia memerlukan sikap tak acuh, dan terhadap-Nya, 
ia memerlukan sikap pendekatan pengabdian dengan kalbumu dan
 wujud terdalammu (sirr). 

Ia memerlukan perasaan keterlepasan dari segala sesuatu yang lain, dan 
menuntut perasaan cinta dan kerinduan kepada-Nya. 

Setelah itu 
Dia pasti akan menganugerahimu kedekatan-Nya dan
 anugerah-Nya yang belum pernah dilihat mata, 
belum pernah didengar telinga, dan 
belum pernah terlintas dalam pikiran dan kalbu manusia.

Menempuh jalan ini akhirnya akan membawamu kepada Rabb-mu. 

Jika iblis mendatangimu dan mencoba membuatmu mengubah jalanmu, 
engkau harus memohon pertolongan kepada-Nya, 
agar Dia mengusirnya jauh-jauh darimu. 

Engkau harus meminta tolong kepada-Nya, 
seperti halnya orang-orang sebelummu meminta tolong kepada-Nya di masa mereka. 

Engkau harus mengerjakan pekerjaanmu dengan baik, 
kemudian berbaik sangka kepada Rabb-mu. 
Berbaik sangkalah kepada-Nya dan 
berbuatlah sebaik-baiknya untuk menaati-Nya dengan selayaknya, 
sebab nantinya Dia akan banyak berurusan denganmu. 
Banyak kebaikan ditemukan dalam sikap berbaik sangka (husnuzhzhann) 
kepada Allah, kepada nabi-nabi-Nya, rasul-rasul-Nya dan 
kepada orang-orang saleh di antara hamba-hamba-Nya."

--Syekh Abdul Qadir Jailani dalam Jala Al-Khawathir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar