Ketahuilah bahawa
pada zaman kita ini banyak orang yang telah terjerumus
dalam ilmu-ilmu kelompok ini (kaum sufi).
Dan telah banyak pula orang yang mengaku-aku ahli tasawuf.
Mereka seakan-akan dapat memberikan petunjuk
kepada ilmu-ilmu tasawuf dan dapat menjawab segala permasalahan-permasalahan".
Setiap orang daripada mereka seakan-akan memiliki rujukan kitab bagi dirinya
yang ia banggakan, atau memiliki perkataan-perkataan yang sudah sangat akrab
dengan dirinya, padahal mereka sama sekali tidak memahami hakikat tasawuf tersebut.
Padahal para ulama' sufi terdahulu (al-Sufiyah al-Muhaqqiqun)
yang berbicara dalam masalah tasawuf ini
dengan segala kandungan-kandungan bijak dalamnya,
mereka hanya berbicara setelah melalui berbagai-bagai rintangan
dalam menjalani tasawuf itu sendiri (Qat'u al-Ala-iq),
mengalahkan berbagai-bagai kekangan hawa nafsu
dengan mujahadah, riyadah dan sebagainya.
Ertinya, mereka masuk dalam medan tasawuf
setelah mereka benar-benar mengetahui ilmu-ilmu agama
dan telah beramal dengannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar