Selasa, 05 Januari 2016

Ketahuilah bahawa 
pada zaman kita ini banyak orang yang telah terjerumus 
dalam ilmu-ilmu kelompok ini (kaum sufi). 
Dan telah banyak pula orang yang mengaku-aku ahli tasawuf. 
Mereka seakan-akan dapat memberikan petunjuk 
kepada ilmu-ilmu tasawuf dan dapat menjawab segala permasalahan-permasalahan".

Setiap orang daripada mereka seakan-akan memiliki rujukan kitab bagi dirinya 
yang ia banggakan, atau memiliki perkataan-perkataan yang sudah sangat akrab 
dengan dirinya, padahal mereka sama sekali tidak memahami hakikat tasawuf tersebut. 

Padahal para ulama' sufi terdahulu (al-Sufiyah al-Muhaqqiqun) 
yang berbicara dalam masalah tasawuf ini 
dengan segala kandungan-kandungan bijak dalamnya, 
mereka hanya berbicara setelah melalui berbagai-bagai rintangan 
dalam menjalani tasawuf itu sendiri (Qat'u al-Ala-iq), 
mengalahkan berbagai-bagai kekangan hawa nafsu 
dengan mujahadah, riyadah dan sebagainya. 

Ertinya, mereka masuk dalam medan tasawuf 
setelah mereka benar-benar mengetahui ilmu-ilmu agama 
dan telah beramal dengannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar