Selasa, 06 Oktober 2015

JALALUDDIN RUMI - "DUA BELAS AJARAN INJIL".

Sang musuh agama 'Isa...
menyusun dua belas Kitab Injil,
masing-masing ...
dari awal sampai akhir 
saling bertentangan.

Dalam kitab yang satu...
dia menjadikan asketisme dan puasa
sebagai sumber penyesalan dan syarat keselamatan

Dalam kitab lainnya dia berkata : 
"Asketisme adalah sia-sia di Jalan ini...
 tiada keselamatan kecuali hanya melalui kasih sayang."

Dalam kitab lainnya, dia berkata...
"Baik pengekangan nafsumu maupun kasih sayangmu
 menyatakan bahwa 
 engkau menghubungkan kedua aktifitasmu dengan-Nya, 
 Dialah Tujuan dari ibadahmu.
 Selain tawakal dan pasrah sepenuhnya kepada Tuhan
 dalam kesengsaraan maupun kegembiraan...,
 semuanya adalah kebohongan dan perangkap belaka."

Dalam  kitab lainnya dia berkata...
"Engkau harus berbakti kepada Tuhan,
 gagasan tawakal kepada-Nya..
 adalah mencurigakan."

Dalam  kitab lainnya dia berkata...
"Perintah-perintah dan  larangan-larangan Tuhan itu
 bukan untuk dilaksanakan,
 melainkan  hanya untuk menunjukkan
 ketidakmampuan kita untuk  memenuhinya.
 sehingga kita dapat mengenal kelemahan kita 
 dan mengakui kekuatan Yang Maha Kuasa."

Dalam kitab lainnya dia berkata ...
"Jangan pikirkan kelemahanmu..
  memikirkannya merupakan suatu perbuatan \
  yang tidak berterima kasih.
  Hati-hatilah !
  pandanglah kekuatanmu ...
  dan ketahuilah  bahwa..
  Dia Yang Maha Mutlak
  yang memberikannya kepadamu."

Dalam kitab lainnya dia berkata...
"Lupakanlah keduanya...
  apapun yang menyangkut pencerapan panca-indera
  adalah berhala."

Dalam kitab lainnya ia berkata...
"Jangan padamkan 
  kemampuan pencerapan  panca-indera..
  ia dapat menerangi jalan...
  menuju perenungan yang paling dalam.
  Apabila engkau terlalu cepat ...
  membuang sensasi dan fantasi...,
  kau akan memadamkan lampu penyatuan
  di tengah malam.

Dalam kitab lainnya dia berkata...
"Padamkanlah ia...
 jangan takut...
 agar engkau dapat ribuan kali lipat penglihatan...
 sebagai gantinya.
 Karena, dengan memadamkannya,
 cahaya ruh mu bertambah tak terhingga,
 dengan mengorbankan kepentinganmu sendiri...
 Layla (Kekasih) -mu menjadi Majnun (pecinta)-mu."

Dalam kitab lainnya ia berkata...
"Carilah seorang guru untuk mengajarimu...
 diantara berbagai sifat yang berasal dari leluhur 
 engkau tidak akan menemukan ...
 pengetahuan melihat ke masa  depan."

Setiap golongan agama ...
hanya meramalkan tujuan ..
sebagaimana diri  mereka memahaminya...
akibatnya...
mereka jatuh menjadi tawanan ketakutan.

Untuk meramalkan tujuan...
tidaklah semudah menyilangkan 
kedua belah tangan.
bila tidak...
bagaimana bisa terdapat 
banyak  ajaran yang berbeda?.

Dalam kitab lainnya dia berkata...
"Jadilah manusia...
  jangan menjadi hamba manusia !
  Ambillah jalan mu sendiri,
  jangan sibuk mengembara..
  mencari seorang guru !".

Dalam kitab lainnya dia berkata..
"Semua bentuk yang bermacam-macam itu ...
 hanya satu...
 siapapun yang melihatnya ganda...
 adalah orang yang matanya rusak."

Dalam kitab lainnya dia berkata...
"Bagaimana seratus bisa menjadi satu ?
 Dia yang beranggapan begitu ...
 sesungguhnya gila."

Orang yang tidak paham...
akan kesucian 'Isa...
dia bukanlah yang dikaruniai...
larutan  kimia dari tong 'Isa,
yang daripadanya ...
pakaian dari celupan akan muncul sederhana...
dan satu warna sebagaimana cahaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar