Minggu, 22 November 2015

IQBAL.

TATA KEHIDUPAN SOSIAL ISLAM.

Ditinjau dari segi politik , tata kehidupan sosial sebagaimana 
digariskan Islam itu akan secara tegas menolak berbagai tuntutan
rasial maupun geografis untuk memaksakan ataupun membatasi
loyalitas masyarakat. 
Tekanan yang terlalu berat yang dewasa ini diletakkan 
pada nasionalisme teritorial dan patriotisme yang agresif dipandang
tidak tepat, karena hal itu bertentangan dengan pandangan Islam 
yang bersifat Internasional.
Di samping itu , ia merusak pula pola solidaritas insani secara hakiki.
Ia merenggut akar dari kehidupan politik yang sehat dan terbukti 
telah sempat menimbulkan pertumpahan darah, penghancur-leburan
serta pemburuan lawan-lawannya.
Ini semua telah membuat situasi politik dewasa ini
semakin pahit dan getir.

Menurut Iqbal, pengelompokan rasialis dan geografis paling-paling 
hanya merupakan alat darurat yang bersifat sementara 
dari organisasi politik .
Dan celakanya, pengelompokan rasial dan geografis itu 
dapat menimbulkan aneka macam kejahatan politik, 
tekanan politik dan permusuhan.

Iqbal sama sekali tidak setuju pada pandangan Machiavelli, karena 
telah mengangkat sebagai semacam dewa yang berkekuasaan mutlak
dan telah secara terang-terangan meletakkan prinsip-prinsip moral
dan etik di bawah kepentingan politik ;

"Pemuja kebatilan dari Florence itu
 Telah membuat orang menjadi buta
 Dengan teori anatominya !
 Telah ia susun suatu kodifikasi
 Sebagai pembimbing para penguasa
 Telah ia jalinkan bibit peperangan
 Dalam darah daging umat manusia !
 Seperti halnya Azar ,ia penuh upaya
 Menggubah berbagai gambaran tipuan.
 Fikirannya penuh dengan pola-pola baru
 (tentang ragam kejahatan)
 Telah ia jadikan negara bagaikan dewa
 Telah ia tentukan sendiri mana baik mana jahat.
 Di hadapan dewanya ia bersimpuh mencium lutut
 Dan menentukan kebenaran atas dasar ukuran 
 Untung-rugi."

Praktik jahat dengan jalan menundukkan nilai-nilai serta
loyalitas kepada kepentingan suku atau bangsa telah dengan kuatnya
dihidupkan kembali  beberapa puluh tahun yang lalu oleh sistem politik
reaksioner dari Facisme dan Naziisme .

K.G. Saiyidain


Tidak ada komentar:

Posting Komentar