Minggu, 22 November 2015

IQBAL.

TATA KEHIDUPAN SOSIAL ISLAM..

Iqbal telah merekam peristiwa-peristiwa tersebut dalam 
Rumuz-i-Bekhudi sebagai berikut.

"Mereka telah membongkar fondasi persaudaraan 
 dan mengukuhkan kebangsaan sebagai landasan negara,
 ketika mereka jadikan pandangannya ini
 sebagai ajang percaturannya ,
 umat manusia terpecah-belah, 
 menjadi bongkah-bongkah yang bunuh-membunuh !

 Perikemanusiaan menjadi dongengan belaka 
 dan manusia menjadi terasing dengan sesamanya !
 jiwa terlepas dari jasadnya,
 dan yang tinggal hanya bentuk lahir semata !
 Kemanusiaan telah lenyap dari muka bumi,
 dan yang tinggal hanya onggokan bangsa belaka !

Akibat dari pemujaan kebangsaan dan warna kulit , tidak perlu 
dikaji lebih lanjut.
Tidakkah dewasa ini kita hidup 
bagaikan dalam neraka yang mereka ciptakan ?

"Fikiran manusia tak henti-henti mencipta dewa baru,
  kerja manusia tak henti-henti memuja dewa baru,
  yang tak henti-henti tampil dalam bentuk baru !

  Manusia telah menghidupkan kembali tradisi Azar
  Dan masih terus mencipta dewa yang lain !

  Dewa yang haus darah
  yang punya muka aneka rupa :
  kadang tampil sebagai warna -kulit
  kadang tampil sebagai suku
  dan kadang tampil sebagai negara.

  Kemanusiaan telah habis disembelih
  dipersembahkan sebagai sesajen
  ke bawah duli Dewa Malapetaka ini !

Untuk mengikis kekuatan seperti ini , yang telah membangkitkan
kebencian dan permusuhan di antara umat manusia , 
Islam telah membina suatu masyarakat kemanusiaan, 
tidak atas dasar batasan geografis yang serba kebetulan , 
melainkan atas dasar iman kepada Ilahi
- dan sebagai konsekuensinya pula - 
atas dasar persaudaraan umat manusia.
Gagasan ini ternyata telah merupakan suatu cita 
yang dapat diwujudkan dalam praktek kehidupan sehari-hari.

K.g. Saiyidain.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar