TATA KEHIDUPAN SOSIAL ISLAM..
Iqbal telah merekam peristiwa-peristiwa tersebut dalam
Rumuz-i-Bekhudi sebagai berikut.
"Mereka telah membongkar fondasi persaudaraan
dan mengukuhkan kebangsaan sebagai landasan negara,
ketika mereka jadikan pandangannya ini
sebagai ajang percaturannya ,
umat manusia terpecah-belah,
menjadi bongkah-bongkah yang bunuh-membunuh !
Perikemanusiaan menjadi dongengan belaka
dan manusia menjadi terasing dengan sesamanya !
jiwa terlepas dari jasadnya,
dan yang tinggal hanya bentuk lahir semata !
Kemanusiaan telah lenyap dari muka bumi,
dan yang tinggal hanya onggokan bangsa belaka !
Akibat dari pemujaan kebangsaan dan warna kulit , tidak perlu
dikaji lebih lanjut.
Tidakkah dewasa ini kita hidup
bagaikan dalam neraka yang mereka ciptakan ?
"Fikiran manusia tak henti-henti mencipta dewa baru,
kerja manusia tak henti-henti memuja dewa baru,
yang tak henti-henti tampil dalam bentuk baru !
Manusia telah menghidupkan kembali tradisi Azar
Dan masih terus mencipta dewa yang lain !
Dewa yang haus darah
yang punya muka aneka rupa :
kadang tampil sebagai warna -kulit
kadang tampil sebagai suku
dan kadang tampil sebagai negara.
Kemanusiaan telah habis disembelih
dipersembahkan sebagai sesajen
ke bawah duli Dewa Malapetaka ini !
Untuk mengikis kekuatan seperti ini , yang telah membangkitkan
kebencian dan permusuhan di antara umat manusia ,
Islam telah membina suatu masyarakat kemanusiaan,
tidak atas dasar batasan geografis yang serba kebetulan ,
melainkan atas dasar iman kepada Ilahi
- dan sebagai konsekuensinya pula -
atas dasar persaudaraan umat manusia.
Gagasan ini ternyata telah merupakan suatu cita
yang dapat diwujudkan dalam praktek kehidupan sehari-hari.
K.g. Saiyidain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar